Cara Budidaya Pare Untuk Menghilangkan Bosan

Cara Budidaya Pare Untuk Menghilangkan Bosan

Cara Budidaya Pare Untuk Menghilangkan Bosan

Cara Budidaya Pare Untuk Menghilangkan Bosan – Sayuran pare merupakan sayuran yang terkenal akan rasanya yang pahit. Meskipun begitu, tanaman pare memiki daya tarik sendiri.

Masyarakat Indonesia pada umumnya juga mengkonsumsi tanaman pare dengan tujuan untuk dijadikan, selain itu dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti mengobati pencernaa, obat cacing, diabetes, serta antibotik.

Khasiat sebagai obat ini didapatkan dari tanaman pare yang ternyata kaya akan gizi seperti vitamin A, vitamin B, vitamin B2, vitamin C, natrium, kalsium, zat besi, dll.

Pare atau Peria adalah salah satu tanaman merambat dari suku Cucurbitaceae atau suku labu-labuan. Pare memiliki buah bulat memanjang dengan permukaan hingga ujung bergerigi berwarna hijau berasa pahit dengan panjang sekitar 8 hingga 30 cm.

Daunnya tunggal letaknya berseling, bentuk daunnya menjari 5 hingga 7 bulat panjang dengan panjang sekitar 3,5 hingga 8,5 cm dan lebar sekitar 4 cm serta berwarna hijau tua.

Tanaman pare dapat tumbuh dengan baik jika berada diketinggian lahan dataran rendah hingga dataran tinggi, yaitu sekitar 0 – 1400 mdpl. Selain itu, pH tanah yang diperlukan tanaman pare untuk tumbuh adalah sekitar 4–7 pH.

Media tanam lahan adalah tanah yang gembur serta mengandung banyak humus yang berfungsi untuk memberikan nutrisi bagi tanaman.

Utuk area tanam tidak terlalu membutuhkan sinar matahari sehingga dapat diletakkan pada area yang jauh dari jangkauan sinar matahari.

Penanaman pare

Gemburkanlah tanah pada lahan yang akan digunakan yang bertujuan untuk membuat racun yang mengendap pada tanah dapat dikeluarkan.

Buatlah bendengan dengan ketinggian sekitar 30 x 150 cm dan panjang bedengan disesuaikan dengan luas lahan.

Berikan pupuk organik sebelum menananm pare. Masukkanlah benih pare 3 biji pada lubang tanam yang sebelumnya telah dibuat dan tutup kembali dengan tanah.

Pupuk Tanaman Pare

Agar meningkatkan proses pertumbuhan serta produktivitas dari tanaman pare itu sendiri, maka selain pupuk organic maka kita dapat memberikan pupuk anorganik pada tanaman pare yang ditanaman.

Pupuk organik diberikan setelah tanaman memasuki umur 21 hari setelah proses penanaman, pupuk yang baik yaitu menggunakan pupuk NPK

Pemanenan Pare

Setelah memasuki hari ke-60 setelah dari penanaman, maka tanaman pare siap untuk dipanen.

Cara yang dapat dilakukan untuk memanen tanaman pare tersebut adalah dengan cara memotong pada bagian tangkai buah pare dengan menggunakan gunting atau pisau untuk stek, atau pisau.

Pada saat pemotongan tersebut, sebaiknya alat pemotong berada pada kondisi yang tidak kotor atau steril.

Releated

Lebih Mudah Digigit Nyamuk

Lebih Mudah Digigit Nyamuk

Lebih Mudah Digigit Nyamuk Lebih Mudah Digigit Nyamuk – Gigitan dan serangan nyamuk merupakan suatu hal yang sangat menyebalkan. Bukan hanya rasa gatal saja, namun juga dengung dari nyamuk ini bisa sangat mengganggu seseorang. Namun tahukah Anda bahwa beberapa orang ternyata lebih mudah menjadi sasaran nyamuk dibanding yang lainnya? Hal ini terjadi karena sejumlah faktor […]

Demi Sunat Perempuan, Pria Mesir Tipu Putrinya Pakai Alasan Vaksinasi Corona- Seorang ayah di Mesir yang memaksa ketiga putrinya menjalani prosedur sunat perempuan

Demi Sunat Perempuan, Pria Mesir Tipu Putrinya Pakai Alasan Vaksinasi Corona

Demi Sunat Perempuan, Pria Mesir Tipu Putrinya Pakai Alasan Vaksinasi Corona Demi Sunat Perempuan, Pria Mesir Tipu Putrinya Pakai Alasan Vaksinasi Corona- Seorang ayah di Mesir yang memaksa ketiga putrinya menjalani prosedur sunat perempuan setelah menipu ketiga anaknya dikenai dakwaan bersama dengan dokter yang melakukan prosedur itu. Jaksa Agung mengatakan sang dokter datang ke rumah […]